Pendidikan Agama Islam dan Budaya Akademik Mahasiswa: Studi Mediasi Moderasi Beragama
DOI:
https://doi.org/10.61966/ghiroh.v5i1.109Keywords:
Pendidikan Agama Islam, Budaya Akademik, Moderasi BeragamaAbstract
This study aims to analyze the influence of Islamic Religious Education on students' academic culture with religious moderation as a mediating variable at Institute of Technology and Business Indragiri. The research approach used is quantitative with a survey method, involving students as respondents. Data analysis was conducted using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that Islamic Religious Education has a positive and significant effect on students' academic culture. In addition, Islamic Religious Education also has a positive and significant effect on religious moderation. Furthermore, religious moderation is proven to have a positive effect on academic culture and significantly mediates the relationship between Islamic Religious Education and students' academic culture. These findings confirm that strengthening Islamic Religious Education based on religious moderation has a strategic role in building students' academic culture in higher education.
References
Aimi. (2025). Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Kejujuran dan Integritas Akademik Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Tekno Aulama: Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 2(2), 1–12. https://doi.org/10.53888/Tekno
Andrianto, A., Sutrisno, S., & Muqowim, M. (2025). Learning the values of religious moderation in the context of higher education. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 14(2), 339–352.
Anwar, R. N., & Muhayati, S. (2021). Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama melalui Pendidikan Agama Islam pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 1–15.
Asmarita. (2025). Peran Dosen Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 5(3), 133–139. https://researchhub.id/index.php/jurdikbud/article/view/8809
Bustamam, M. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI Untuk Mencerdaskan Wawasan Keagamaan Mahasiswa PTKI. Journal Islamic Education and Law, 1(2), 65–74.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publication.
Harahap, S. F. M., Nazhifah, D., Hidayat, N., & Sari, N. A. (2025). Internalisasi Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi (Studi FITK UINSU Medan). Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 20138–20142.
Irfi, S., Alumutaqin, R., Zaky, M., Albukhari, Z., & Simatupang, P. (2025). Pegaruh Budaya Kampus Terhadap Kepatuhan Mahasiwa terhadap Etika Akademik. Moneter: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan, 3(3), 196–209.
Jamaludin, A. N. (2022). Religious Moderation : The Concept and Practice in Higher Education Institutions. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 14(1), 539–548. https://doi.org/10.35445/alishlah.v14i1.1893
Khazin, A. M., & Jailani, I. A. (2024). Memoderasikan Pembelajaran Agama Islam di Perguruan Tinggi sebagai Langkah Antisipatif Membendung Penyebaran Paham Ekstrem. Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Dan Kegamaan Islam, 21(2), 36–49. https://doi.org/10.19105/nuansa.v21i2.12331
Mo’tasim, & Alfiatin, Y. (2024). Moderasi Beragama dan Kohesi Sosial di Perguruan Tinggi: Kerangka Strategis untuk Mengembangkan Sikap. El-Banat, 14(2), 241–261.
Muthuraman, S. (2025). Fostering a Culture of Academic Integrity in Higher Education: A Critical Review. Asian Journal of Education and Social Studies, 51(10), 64–72.
Muzaki, Firdaus, S., & Mustajab, D. (2025). Revitalizing the Value of Tolerance in Islamic Religious. Journal of Educational Sciences, 9(6), 5804–5813.
Purwanto, Y., Qowaid, Q., Ma’rifataini, L., & Fauzi, R. (2024). Internalisasi nilai moderasi melalui Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi umum. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 17(2), 181–189.
Saidah, Mahmutarom, Ekaningrum, I. R., & Hernawati, S. (2024). Implementasi Wasathiyah melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. TA’LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam, 7(2), 334–348.
Santosa, T. A., Wahyudi, M., Wijoyo, H., & Kurniawan, A. (2025). The Role of Islamic Religious Education in Promoting Tolerance and Interfaith Dialogue. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 4162–4167.
Sari, D., Hayani, J., & Nurlaili. (2023). Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5(4), 199–207.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Taklimudin, & Jannah, N. (2023). Upaya Menanamkan Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi. Belajea: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 169–182. https://doi.org/10.29240/belajea.v8i2.6435
Wardani, R. P. P., Nurjannah, S., & Tumoka, I. R. (2025). Efektivitas Budaya Akademik dalam Mendukung Pengembangan Soft Skill Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sorong. JoSPA: Journal of State and Public Administrations, 2(1), 1–10.
Downloads
Published
Versions
- 2026-02-16 (2)
- 2026-02-14 (1)
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Af Ahmad Ramadhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan di jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mengirimnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






