Penerapan Model PJBL Pada Pembelajaran PAI Materi Bahaya Miras, Judi dan Pertengkaran
(Studi dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam)
DOI:
https://doi.org/10.61966/ghiroh.v1i1.2Keywords:
Project Base Laerning, Pendidikan Agama Islam, Miras, JudiAbstract
This article focuses on the application of the Project Based Learning model in PAI learning. This study aims to investigate the extent to which junior high school students in Bintan Regency can improve their learning outcomes in PAI learning about the dangers of alcohol, gambling and fighting. To answer this question, this study uses classroom action research. The research participants were 20 first semester students of Junior High School in Bintan Regency, Riau Islands. This research lasted for three months in which students were given actions in the form of pretest and posttest. The results of data analysis showed that students had learning outcomes that did not meet the KKM for PAI learning about the dangers of alcohol, gambling and fighting before being given action, but showed an increase in learning outcomes after experiencing the action. This study offers pedagogical implications and suggestions for future researchers.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Tutik Haryanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan di jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mengirimnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






